menetes pecah hingga mengaduh menjadi satu
resah di tuntunan naluriku mulai tercabik kelopak kecil mu
terdiam ku mengikuti tabir ku
dalam dekap ini....
resah mengelitik di jiwaku dalam dekapan
sang pencipta
memiliki hasrat yang sepadan..
sekejab ku terdiam.dalam goresan kecil ku ini
diriku memiliki hati yang sesekali mampu merasakan manis
dari setiap kecupan
dari setiap belaian....
sesekali mampu merasakan pedis
di setiap keputusan....
yang lara..
hingga terbenam diriku di pembarinagn mu hingga ku mampu menutup mata ini
dalam setiap kelam ku berjalan dengan lantunan yang tak berirama
zzzzxxxxz.....
galau mencabik di relung walau kumampu tertawa
tapi tetap terasa sesak...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar